Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolahku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

Dapat Bantuan Mobil Esemka, SMK 2 Harap Menarik Minat Siswa Baru

Surabaya - SMKN 2 Surabaya kembali mendapat bantuan mobil esemka dari direktorat pembina SMK. Kini mobil penumpang jenis SUV yang akan dirakit para siswa nantinya diberi nama Esemka Chery.

Proses perakitan kesulurhan mobil dilakukan para siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) atau otomotif. SUV yang dirakit mempunyai silinder 1.600 cc dengan transmisi manual 5 kecepatan.

"Kendaraan ini saat datang dalam kondisi pretelan dengan casis dan bodi sudah menyatu. Sedangkan anak-anak merakit interior dan menggabungkan mesin ke casis dan bodi kendaraan," kata Kepala Sekolah SMKN 2, Bahrun kepada detiksurabaya.com, Jumat (25/5/2012).

Bahrun mengungkapkan, perakitan mulai dilakukan 10 siswanya sejak Selasa (22/5) dan kini sudah mencapai 80 persen.

"Yang paling susah saat penggabungan mesin dengan casis serta kelistrikan yang membutuhkan waktu sehari penuh. Sisanya seperti pemasangan jok sama sekali tidak ada masalah," ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya bantuan mobil rakitan dapat menambah ilmu bagi siswanya dengan mengenal teknologi mobil serta mengetahui komponen mobil dan merakitnya. Rencananya, kata Bahrun, pihklnya akan mendapat bantuan 2 mobil rakitan jenis SUV lagi.

"Kita juga berharap dengan adanya bantuan seperti ini juga akan menambah minat calon siswa yang akan masuk ke sekolahnya dengan harapan dapat menciptakan SDM SMK yang berkualitas dalam bidang otomotif," harapanya.

sumber : http://surabaya.detik.com/

Jumat, 25 Mei 2012

Mobil Rakitan SMKN 2 Surabaya Rp50 Juta Saja


Hanya butuh waktu tiga minggu bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur, untuk merakit mobil jenis pick up. Tentu saja ini mengundang decak kagum setelah sebelumnya ramai dibicarakan peluncuran mobil jenis SUV hasil rakitan pelajar SMKN Solo, Jawa Tengah.

"Ini bagian dari proyek nasional yang sama dengan mobil SUV yang dirakit pelajar SMKN Solo," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Surabaya Bahrun di Surabaya, Sabtu 7 Januari 2012. Meski mengklaim ini bagian dari proyek mobil nasional, seluruh onderdil mobil masih diimpor dari China.

Ia menjelaskan perakitan memakan waktu 21 hari, dikerjakan oleh 20 siswa jurusan otomotif. "Sehari mereka bekerja selama 12 jam," katanya. Pelajar membagi tugas kerja dalam 2 shift. Mereka terdiri dari tim chasis, engineer dan kelistrikan, waktunya digilir pagi dan siang.

Kesulitan pengerjaan karena tidak ada panduan atau petunjuk gambar dari onderdil yang diimpor. Beruntung, sebelumnya siswa kelas XI dan XII itu pernah melakukan praktek industri (PI) di sejumlah perusahaan perakitan mobil Jepang.

"Salah satu kesulitan, selain onderdil berada dalam satu kantong, baut dan mur seluruh mobil juga berada dalam satu tempat. Tidak ada petunjuk gambar, hanya tulisan berbahasa China," katanya.

Mobil berkapasitas 1.500 cc itu sudah bisa dikemudikan. Kendaraan tersebut belum sempurna, masih harus melalui proses spooring dan balancing, termasuk pengujian emisi hingga sertifikasi laik jalan. Namun, lanjutnya, secara garis besar mobil sudah siap diluncurkan. Jika diproduksi massal, Bahrun menyebutkan, harga jualnya di kisaran Rp50 juta.

Rencananya, siswa-siswa sekolah itu akan merakit 12 unit mobil pick up, satu di antaranya jenis SUV. Gebrakan awal ini akan diluncurkan bersamaan HUT SMKN 2 Surabaya pada 12 Januari 2012. (Laporan: Tudji Martudji, Surabaya | kd)

sumber : http://otomotif.vivanews.com/

Kamis, 24 Mei 2012

Sejarah Singkat SMK Negeri 2 Surabaya


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Surabaya ini merupakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tertua di Jawa Timur & Indonesia bagian timur, karena didirikan pada zaman penjajahan Belanda kurang lebih tahun 1917.
Lulusan pertama Sekolah ini kurang lebih tahun 1921dengan jurusan:

  • Jurusan Bangunan Gedung .
  • Jurusan Bangunan Air.

Dalam perkembangan selanjutnya secara kronologis sbb:
Pertama-tama bernama KES (Koningin Emma School) pada zaman Belanda kira-kira sekitar tahun 1917-1942.
Pada zaman Penjajahan Jepang bernama KOGYO GHAKKO/KOGYO SENMON GHAKKO setingkat Sekolah Teknologi Menengah ( STM ). Setelah Indonesia Merdeka sampai datangnya Tentara Sekutu/NICA di Surabaya ini Sekolah ini tidak jelas bernama apa. Pada saat Belanda menguasai kembali tanah air kita Indonesia Sekolah ini bernama MTS ( Middlebare Technische School ).
Setelah pengakuan Kedaulatan,Sekolah ini bernama Sekolah Teknologi Menengah (STM) dan sekarang berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ). Sebagai catatan, bahwa mulai tahun 1950-1974,selain STM juga ada Sekolah-Sekolah lain di komplek Tentara Genie Pelajar ( Patua ) No.26 ini,
seperti : SPGT, KDPT, ST 1, ST 2 dan IKIP bagian Teknik. Adapun yang pernah menjadi Kepala atau Pimpinan Sekolah berturut-turut adalah sebagai berikut:

  • Alm. Ir. LUIYERINK ( tahun 1949-1952)
  • Alm. Ir. ADRIANAANSE (tahun 1952-1957)
  • Alm. Ir. LIE TJWAN KWAN (tahun 1957-1974)
  • Alm. Drs. J. SOEWITO (tahun 1974- 1984)
  • Alm. Drs. H. MOCH. SOLEH ABDURRACHMAN (tahun 1984-1992)
  • H. MUH. SUBHAN SOEBAGJO (tahun 1992- 1995)
  • Ir. R. BAGASTYO SOETJOKRO (tahun 1996-2002)
  • Drs.MOEDIANTO, HS (Plt) (tahun 2003-2004)
  • Drs.ABDUL ROFIQ (tahun 2005 - 2009)
  • Drs. BAHRUN, ST. MM (tahun 2010 - Sekarang)

    Pada zaman Belanda siswa Sekolah ini adalah anak Belanda, dan ada satu dua anak orang pribumi paling rendah anak Lurah atau anak pegawai Belanda. Informasi sekolah ini, setelah kemerdekaan sampai datangnya Tentara Sekutu /NICA di Surabaya sulit diperoleh. Pada masa perjuangan mempertahanan Kemerdekaan RI tempat ini pernah digunakan sebagai Markas Tentara Pelajar. Beberapa tamatan (alumnus ) Sekolah ini yang telah berhasil antara lain :


    Bapak Marsekal muda NOERTANIO ( alm ) yang namanya sekarang diabadikan di Pabrik Pesawat Terbang Indonesia ( Bandung ).
  • Bapak Marsekal SOEWOTO SOEKANDAR.
  • Bapak Jenderal Polisi BUDI DARMA ( purnawirawan ).
  • Bapak Jendral SOEMITRO.
  • Bapak Jendral WIDJOJO SOEJONO.
  • Bapak Letjen BAMBANG TRIANTORO (purnawirawan) mantan Sekjen Depdikbud.
  • Bapak ABDUL AZIS (alm) pendiri dan pemilik Harian Surabaya Post.
  • Bapak IR. R. SOENDJASWORO (Ketua Yayasan Eks TGP Brigade XVII )
  • Bapak Kolonel HG. Bagus Sasmito (tokoh MKGR) anggota MPR

    Baru-baru ini ada prakarsa dari Yayasan Eks TGP Brigade XVII untuk mempertahankan dan mengembangkan Sekolah ini antara lain :


    Membuat Monumen dengan menempatkan duplikat si Kumbang (nama pesawat terbang) di halaman SMK Negeri Surabaya


    Mendirikan Perpustakaan dengan nama ABD.AZIS di SMK Negeri 2 Surabaya.


    Demikian sekelumit sejarah Sekolah ini yang terkait dengan perjuangan bangsa kita dalam perang kemerdekaan . Semoga SMK Negeri 2 Surabaya selalu mendapat tempat di hati masyarakat.